Jangan Remehkan Pelajaran Bahasa Indonesia!

sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia-5789b54bd17a611f05c18484

Selamat berjumpa lagi. Saya setuju saat membaca tulisan Tje Lee Goek

“Saat membimbing mahasiswa menulis skripsi atau tugas akhir yang kerap saya temui masalahnya bukan pada pengumpulan dan pengolahan data serta perhitungan matematis, melainkan pada cara mengungkapkan secara tertulis dan lisan apa yang mereka sudah kerjakan di lapangan, studio, dan laboratorium. Bahasa Indonesia lisan dan tulisannya ‘kacau’ karena tak sesuai kaidah dan tidak mudah dipahami.

Hal serupa juga masih terjadi pada mahasiswa tingkat Doktoral (Strata 3). Saya berlatar belakang ilmu teknik pernah merasakan hal itu. Saat ‘kolokium’ rekan-rekan satu angkatan diharuskan membaca buku-buku teori bahasa Indonesia yang sempat bikin ciut hati karena terdeteksi tata bahasa Indonesia penulisan makalah yang ‘kacau’. Heu heu heu.. Bahasa Indonesia tetap penting dan layak dijadikan kriteria utama penilaian di antara beragam disiplin ilmu.

Saat saya mengajar mata kuliah Bahasa Indonesia, juga tidak sedikit dari mahasiswa semester 3 belum mengerti bagaimana membedakan artikel dengan berita. Sungguh memprihatinkan. Mereka juga belum mengerti bagaimana merangkai kalimat dengan baik. Mereka terbiasa copy paste dari artikel yang diambil melalui Google.

Kesimpulan:

Jangan sepelekan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tanpa penguasaan Bahasa Indonesia Anda tidak bisa melewati ‘jembatan’ suatu ilmu ke ilmu lainnya. Lebih dari itu, Anda tidak bisa membaginya ke ‘Muara Segala Ilmu’, yakni KEHIDUPAN. Kalau sudah begitu, untuk apa jadi pinter?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/pebrianov/bu-jangan-remehkan-pelajaran-bahasa-indonesia_5789b43d947e611d048b457c