Penggunaan Kata Serapan dalam Berbahasa Indonesia

Apakah yang dimaksud dengan kata serapan? Kata serapan adalah kata – kata yang diambil dari bahasa asing dan diintegrasikan ke dalam bahasa Indonesia. Kata serapan sendiri sering dikenal dengan kata pungutan atau kata adaptasi. Meskipun berasal dari bahasa asing, kata serapan tersebut telah menjadi bagian dalam bahasa Indonesia dan dipakai luas oleh masyarakat umum dalam percakapan sehari – hari.

Masyarakat Indonesia sekarang, telah banyak menggunakan kata – kata serapan. Mereka berpendapat bahwa menggunakan kata – kata serapan adalah suatu hal yang dapat menjadikan mereka dianggap sebagai orang yang terpelajar, gaul, modern dan lain-lain. Padahal, di sisi lain penggunaan kata serapan tidak hanya menimbulkan dampak positif, namun juga akan menimbulkan dampak negatif yang tidak disadari oleh masyarakat.

Ironisnya, masyarakat kita kurang menyadari itu. Mereka justru menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap pemakaian bahasa.. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan yang berterima. Artinya, pemakaian bahasa tersebut salah tetapi karena banyak pemakai di masyarakat akhirnya diterima.

PROSES PENYERAPAN KATA ASING

Kata – kata asing yang terserap ke dalam bahasa Indonesia melalui beberapa cara, diantaranya adalah karena faktor adopsi, adaptasi, dan pungutan. Berikut ini adalah pembahasan dan contoh – contoh kata serapannya.

1. Adopsi

Proses adopsi dalam penyerapan kata asing dilakukan dengan cara mengambil kata asing tanpa merubah pelafalan maupun penulisan. Dengan kata lain, bunyi maupun penulisannya sama dengan bentuk aslinya.

Contoh : Reshuffle, Hamburger, Supermarket, dan lain – lain.
Contoh kalimat : Andre menjadi gemuk karena suka memakan hamburger.

2. Adaptasi

Proses adapatasi adalah proses masuknya kata asing ke dalam bahasa Indonesia dengan cara mengambil maknanya saja sedangkan penulisan dan lafalnya dirubah dan disesuaikan ke dalam bentuk kaidah bahasa Indonesia.

Contoh : Organisasi, fluktuasi, minimal, maksimal, dan lain – lain.
Contoh kalimat : Organisasi itu melakukan bakti sosial untuk membantu anak yatim.

3. Pungutan

Kata serapan yang diambil melalui proses pungutan adalah kata – kata yang merupakan padanan kata dari bahasa asing itu sendiri. Dengan kata lain kata serapan yang melalui cara ini adalah kata – kata asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Contoh :
Try out = uji coba
Balance = Imbang
Defisit = Kekurangan, dan lain sebaginya.

Contoh Kalimat : Sebelum mengikuti Ujian Nasioanl, para siswa harus mengikuti uji coba.

CONTOH KATA SERAPAN

Ada banyak sekali bahasa asing yang terserap ke dalam bahasa Indonesia. Namun, ada tiga jenis bahasa asing yang paling banyak terserap ke dalam bahasa Indonesia. Bahsa – bahasa asing tersebut adalah bahasa Inggris, Belanda, Arab. Berikut ini adalah contoh – contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia.

Kata Serapan dari Bahasa Inggris

Business = Bisnis
Ayahku menjalani bisnis jual beli barang bekas.

Aquarium = Akuarium
Adik menangis karena tidak dibelikan akuarium oleh ibu.

Balloon = Balon
Aku ingin sekali menaiki baalon terbang.

Bus = Bis
Shinta menunggu bis di halte setiap pagi pukul 7.00 wib.

Community = Komunitas
Aku bergabung dalam sebuah komunitas sepeda balap di kotaku.

Consume = Konsumsi
Kami mengkonsumsi tepung terigu sebagai bahan makanan pokok.

Focus = Fokus
Kita harus fokus mengejar apa yang menjadi impian kita.

Kata serapan dari Bahasa Belanda

Docent = Dosen
Ayah Andri bekerja sebagai dosen Universitas Lampung.

Chocolade = Coklat
Riska gemar memakan coklat.

Hotel = Hotel
Kami meginap di Hotel Indonesia semalam ketika berkunjung ke Jakarta.

Atleet = Atlet
Kakak Andri adalah seorang atlet Volley yang terkenal.

Boezoek = Besuk
Ketika aku sakit, teman – teman ku semua datang membesuk.

Kata Serapan dari bahasa Arab

Ilmu = Ilmu
Marilah kita menuntut ilmu setinggi mungkin.

Awal = Awal
Munculnya Budi Utomo di Indonesia menjadi awal kebangkitan perjuangan bangsa Indonesia.

Akhir = Akhir
Pertunjukan tari disertai dengan kembang api itu adalah akhir dari rangkaian acara ini.

Halal = Halal
Sebagai orang islam, kita harus mengkonsumis makanan – makanan yang halal.

Haram = Haram
Daging babi adalah makanan yang haram bagi orang islam.

Rizki = Rezeki
Kita harus bersyukur apabila mendapatkan rezeki dari Allah SWT.

Zhalim = Lalim
Penguasa yang lalim adalah penguasa yang dibenci oleh seluruh rakyatnya.

Abad = Abad
Indonesia dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad lamanya.

sumber

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/pedoman_umum-ejaan_yang_disempurnakan.pdf

 

 

Aturan Penggunaan Huruf Tebal dalam Penulisan

Pada saat kita menulis karya ilmiah terdapat aturan tentang penggunaan huruf tebal.
Berikut adalah penggunaan huruf tebal dalam penulisan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No. 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan:

1. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran

Misalnya:
Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
Bab : BAB I PENDAHULUAN
Bagian bab: 1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan
Daftar, indeks, dan lampiran:
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMBANG
DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
LAMPIRAN
 

2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring.

Misalnya:
Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.
Seharusnya ditulis dengan huruf miring:
Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.

3. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.

Misalnya:
kalah v 1 tidak menang …2 kehilangan atau merugi …; 3 tidak lulus … ; 4 tidak menyamai
mengalah v mengaku kalah
mengalahkan v 1 menjadikan kalah …; 2 menaklukkan …; 3 menganggap kalah …
terkalahkan v dapat dikalahkan …
Catatan:
Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.
(sumber: Buku Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan)

Seputar Pengertian Karya Ilmiah

Tulisan ini saya tulis untuk menjembatani beberapa pertanyaan mahasiswa saya yang masih belum mengerti tentang Karya Ilmiah. Saya juga heran, dulu sewaktu SMA apa belum diajarkan? (Maaf saya tidak menyalahkan guru SMA).

Karya ilmiah adalah karya yang disusun berdasarkan satu hasil penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya, bukan hasil rekaan atau pemikiran seseorang tanpa adanya penelitian. Sedangkan, Karya non-ilmiah adalah karya yang belum memenuhi persyaratan-persyaratan ilmiah.

Perbedaan antara karya ilmiah dan non-ilmiah lebih didasarkan pada pertanggungjawaban ilmiahnya. Sebagai karya hasil penelitian maka di dalam karya ilmiah harus ada beberapa komponen yaitu; masalah penelitian, tujuan, dan metode.

Informasi lebih lanjut tentang karya ilmiah bisa ditanyakan langsung

ke Bpk Natanael, M.Pd

email: natanael.albertus@gmail.com

 

 

Awal Baru

Saya bernama Natanael. Nama baptis saya Albertus Agung. Nama lengkap saya jika digabung dengan nama baptis adalah Albertus Agung Natanael. Saya tinggal bersama istri saya dan kedua anak saya di Sidoarjo.

Profesi saya adalah dosen yang mengajar mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Kristen Petra Surabaya dari tahun 2011 hingga sekarang. Saya juga pernah mengajar di Universitas Kanjuruhan dan Universitas Pelita Harapan Surabaya dari tahun 2010 – 2014.

Saya juga seorang trainer bidang penulisan. Saya melatih penulisan karya ilmiah, penulisan fiksi, jurnalistik.

Jika ada pertanyaan hubungi email saya natanael.albertus@gmail.com